Tebingtinggi, gasanbalangan– Di balik rimbun hutan dan lekuk perbukitan Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, mengalir tenang Sungai Maranting salah satu keindahan alam Balangan yang seolah berbisik pelan, memanggil siapa pun yang rindu akan kesejukan dan ketenangan.
Perjalanan menuju Sungai Maranting memakan waktu sekitar satu jam dari Kota Paringin, namun setiap tikungan jalan seakan menyuguhkan lukisan alam. Hamparan bukit, hijaunya pepohonan, dan udara pegunungan menjadi pengantar menuju surga kecil ini.

Begitu sampai di lokasi, suara gemericik air menyambut lembut. Airnya jernih, mengalir di sela bebatuan besar yang kokoh, seolah menjaga kesucian tempat ini dari hiruk pikuk dunia luar. Di kejauhan, Gunung Hantanung berdiri gagah, sementara Goa Angin menyimpan misteri yang menambah pesona kawasan tersebut.

Namun Sungai Maranting bukan sekadar tempat untuk berfoto atau sekedar bermain air. Ia adalah simbol potensi wisata alami Balangan yang selama ini terlalu lama tertidur. Di sini, warga mulai berinisiatif membuka wahana remper tubing atraksi sederhana namun memacu adrenalin, di mana pengunjung dapat menyusuri sungai dengan ban karet di tengah arus yang menyegarkan.

Sungai Maranting seolah berkata: “Aku ada di sini, jangan hanya menatapku dari jauh.” Potensi besar ini layak dikembangkan lebih serius. Bukan hanya untuk meningkatkan kunjungan wisata, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar yang selama ini mengandalkan hasil bumi dan kebun.

Kini, yang dibutuhkan adalah sentuhan perhatian dari pemerintah dan kepedulian wisatawan lokal agar pesona Sungai Maranting tak hanya viral sesaat, melainkan tumbuh menjadi destinasi kebanggaan Balangan. Karena sejatinya, keindahan bukan untuk disembunyikan ia harus dirawat dan diperkenalkan.


