
JAKARTA, gasanbalangan- Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan kembali mencatat langkah besar. Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan, Kalimantan Selatan, menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta dalam penyelenggaraan Program Magister Ilmu Komputer (S2 Komputer) Jalur Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Rektor UNIVSM, Abdul Hamid, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mempercepat pemerataan pendidikan tinggi di wilayah Kalimantan.
“PJJ S2 Komputer ini bukan sekadar membuka akses, tetapi mempercepat transfer standar akademik unggul UBL ke UNIVSM. Ini menjawab kebutuhan nyata SDM TIK di daerah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara kedua universitas berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UBL, pada 27 Oktober di Jakarta, dan disaksikan oleh jajaran pimpinan dari kedua pihak. Kesepakatan ini menandai hadirnya akses langsung pendidikan pascasarjana unggulan di Kalimantan, sekaligus memperkuat posisi UNIVSM sebagai pusat pengembangan pendidikan teknologi informasi di kawasan Banua Anam.
Sementara itu, Rektor UBL Prof. Dr. Agus Setyo Budi menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai bahwa program ini sejalan dengan misi pemerataan mutu pendidikan nasional.
“Melalui PJJ, kami ingin memastikan kualitas S2 Komputer UBL dapat diakses tanpa batas geografis dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan SDM di Kalimantan,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan kedua universitas. Dari UBL hadir Deputi Rektor Bidang Akademik Dr. Deni Mahdiana, Deputi Rektor Bidang Kerja Sama Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, Dekan FTI Dr. Ahmad Solichin, serta Kaprodi S2 Komputer Dr. Rusdah.
Sementara dari UNIVSM hadir Rektor Abdul Hamid, Senat Universitas Budi Riyanto Prabowo, serta jajaran Fakultas Sains dan Teknik.
Kolaborasi ini diyakini akan menjadi game changer bagi penguatan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi di Kalimantan, membuka kesempatan studi pascasarjana tanpa hambatan jarak, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional TI unggulan dari daerah.
[Tim Redaksi]

