
AWAYAN,gasanbalangan– Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan menyalurkan bantuan pemanfaatan lahan pekarangan bagi keluarga berisiko stunting di wilayah Kecamatan Awayan.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Awayan dan mendapat sambutan positif dari Plt. Camat Awayan, Murdiansyah.
Dalam sambutannya, Murdiansyah menyampaikan apresiasi atas langkah nyata DKP3 Balangan yang terus berupaya membantu masyarakat, terutama keluarga dengan risiko stunting. Ia juga menegaskan pentingnya peran aparat desa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam memastikan bantuan benar-benar memberikan hasil bagi penerima.
“Aparat desa dan PPL diharapkan tidak hanya menyerahkan bantuan kepada keluarga penerima, tetapi juga memberikan pendampingan dalam penyemaian bibit dan penggunaan pupuk. Dengan demikian, bantuan ini bisa dimanfaatkan optimal hingga panen dan dikonsumsi,” ujar Murdiansyah.
Ia menambahkan, program ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Awayan, Fahrianor, dalam laporannya menjelaskan bahwa Kecamatan Awayan menerima 131 paket bantuan yang akan disalurkan ke 23 desa penerima manfaat.
“Bantuan ini diberikan kepada keluarga berisiko stunting dengan tingkat kesejahteraan satu hingga empat. Satu paket bantuan terdiri atas benih bayam, terong, dan tomat masing-masing satu sachet, pupuk PHC satu liter, serta 403 lembar polybag untuk kegiatan penanaman di pekarangan rumah,” papar Fahrianor.
Adapun desa penerima bantuan meliputi: Ambakiang, Awayan, Awayan Hilir, Badalungga, Badalungga Hilir, Baramban, Baru, Bihara, Bihara Hilir, Kedondong, Merah, Muara Jaya, Nungka, Pematang, Piyait, Pudak, Pulantan, Putat Basiun, Sungai Pumpung, Sikontan, Tundakan, Tundi, dan Tangalin.
Program pemanfaatan lahan pekarangan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan keluarga serta berkontribusi langsung dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Balangan.
“Melalui program ini, masyarakat diharapkan bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi serta berperan aktif dalam upaya menekan kasus stunting,” tutup Fahrianor.
Sumber: MC Balangan

