
BATUMANDI, gasanbalangan – Dari pengeras suara Masjid Al Mujahidin Desa Riwa, lantunan ayat suci menggema syahdu, memecah keheningan sore Sabtu (8/11/2025).
Suara merdu para qari dan qariah se-Kalimantan Selatan itu tak hanya menembus dinding masjid, tapi juga menyentuh hati para jamaah yang khidmat menyimak tiap getaran nada dan makhraj huruf yang terucap sempurna.
Inilah suasana hari kedua Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Suara Emas IX Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafizh-Hafizah (IPQAH) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Kabupaten Balangan ajang yang bukan sekadar lomba, melainkan perayaan cinta dan keindahan kalam Ilahi.
Pada hari kedua ini, dua cabang utama dipertandingkan: Tilawah Dewasa Trio dan Tilawah Purna Dewasa. Sebanyak 17 tim trio dan 12 peserta purna dewasa tampil silih berganti, membawa nuansa berbeda di setiap lantunan. Kabupaten Balangan pun tak mau kalah, menghadirkan qari dan qariah terbaiknya untuk menunjukkan kualitas suara dan penghayatan bacaan yang tak kalah berkelas.
Koordinator lomba, Masroliyan Nor, menjelaskan, keunikan MTQ IPQAH terletak pada formatnya yang lebih variatif dibandingkan lomba LPTQ.
“Kalau di LPTQ lebih banyak perorangan, di IPQAH kami kemas lebih dinamis. Anak-anak tampil duet, remaja dan dewasa tampil trio. Ada juga kategori Purna Dewasa agar para qari dan qariah senior tetap punya ruang untuk menebar cahaya tilawah,” tuturnya.
Menurutnya, cabang Tilawah Purna Dewasa justru menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda. Mereka tak hanya belajar tajwid, tapi juga meneladani penghayatan dan ketulusan para qari senior dalam menyampaikan kalam Allah.
“Kami berharap dari ajang ini lahir qari dan qariah muda yang bukan hanya bersuara indah, tapi juga membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” tambahnya.

