
gasanbalangan.online- Namanya Kakek Musa, seorang pemuda tangguh di masa perjuangan kemerdekaan yang kini dikenal sebagai bagian dari generasi pejuang awal Republik Indonesia di Kalimantan Selatan.
Kisah perjuangan Kakek Musa bermula dari kejadian sederhana. Puluhan tahun silam, ketika usianya masih 17 tahun, langkah kakinya membawanya ke sebuah tempat penjual es yang ternyata menjadi titik awal pergerakan.
Di tempat itu sedang berlangsung rapat rahasia pembentukan organisasi tentara kemerdekaan. Dari pertemuan itulah lahir tekad besar yang mengubah jalan hidupnya menjadi bagian dari barisan pejuang yang berjuang dengan keyakinan, bukan dengan bekal yang berlimpah.
Bersama para pemuda lainnya, Kakek Musa ikut membangun kekuatan rakyat untuk melawan penjajahan. Ia berperan dalam menyatukan semangat dan merekrut anggota perjuangan di tengah rasa takut yang menghantui banyak orang.
Hanya 22 orang yang akhirnya bersedia maju, membentuk satu pasukan kecil dengan keberanian besar.
Tahun 1947 menjadi saksi latihan pertama pasukan kemerdekaan di Kalimantan Selatan. Di sanalah darah perjuangan benar-benar diuji. Salah satu rekan seperjuangan, gugur akibat peluru penjajah yang menembus kepala. Duka itu justru menambah kobaran semangat pasukan untuk terus bertahan hingga kemerdekaan benar-benar dirasakan.
Dua tahun berselang, pada 1949, Kalimantan Selatan resmi menikmati hasil dari perjuangan panjang. Dari tanah perlawanan itu, nama Kakek Musa tercatat sebagai salah satu pejuang muda yang langsung diterima menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) tanpa melalui ujian.
Ia bertugas di Batalyon Batumandi Hulu Sungai Utara, bagian dari pertahanan wilayah Kalimantan Selatan, dengan pangkat terakhir Prajurit Satu (Pratu).
Kini, perjuangan fisik telah lama berakhir, namun semangatnya terus dikenang. Pemerintah daerah dan aparat pertahanan di Balangan senantiasa memberi perhatian kepada para veteran seperti Kakek Musa bukan hanya dalam bentuk penghargaan, tapi juga kepedulian dan silaturahmi yang menjaga ikatan sejarah antara generasi lama dan penerus bangsa.
Kisah Kakek Musa menjadi pengingat bagi masyarakat Balangan bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja. Ia lahir dari keberanian sederhana, dari niat yang tumbuh di hati seorang anak muda kampung yang tidak takut kehilangan apa pun demi merah putih.

