
gasanbalangan.online – Di masa penjajahan, wilayah hulu Kalimantan Selatan menjadi saksi bisu perjuangan para pejuang lokal yang berjuang tanpa sorotan sejarah besar. Salah satunya adalah kisah Tahulah Pian, pejuang Balangan yang dikenal menjalankan taktik gerilya untuk mengadang pasukan penjajah yang berusaha menguasai daerah hulu sungai.
Tahulah Pian bersama kelompok kecil pejuangnya bergerak dari hutan ke hutan, memanfaatkan medan alami yang sulit dijangkau untuk melakukan serangan mendadak. Mereka menggempur pasukan kolonial, merampas logistik, lalu kembali menghilang di rimba Balangan.
Taktik gerilya inilah yang membuat pasukan penjajah kewalahan. Meski peralatan sederhana dan tanpa dukungan besar, semangat juang mereka tak pernah padam. Gerakan ini menjadi bagian dari perlawanan rakyat Banua yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Balangan dan sekitarnya.
Kini nama Tahulah Pian dikenang sebagai simbol keberanian rakyat kecil dalam mempertahankan tanah air, di tengah kerasnya tekanan penjajah di Kalimantan bagian selatan.
Dikutip dari beberapa sumber

