
gasanbalangan.online- Di tengah perbukitan Desa Tundakan, Kecamatan Awayan, berdiri sebuah situs bersejarah yang menjadi saksi perjuangan rakyat Kalimantan Selatan melawan penjajahan. Benteng Tundakan, begitu masyarakat menyebutnya, adalah tempat berkumpul dan bertahan para pejuang Banua pada masa perang melawan kolonial Belanda.
Dibangun dari susunan tanah dan batu di masa lampau, benteng ini menjadi pusat pertahanan pasukan yang dipimpin oleh Tumenggung Jalil, salah satu panglima perang yang dikenal berani dan tak gentar menghadapi pasukan penjajah. Dari lokasi inilah strategi perlawanan dan serangan terhadap pos-pos Belanda di daerah hulu Sungai Balangan disusun dengan hati-hati.
Kini, meski tinggal sisa-sisa dinding tanah dan jejak parit, Benteng Tundakan masih menjadi simbol kebanggaan masyarakat Balangan. Pemerintah daerah bersama Dinas Kebudayaan dan aparat TNI telah berupaya menjaga serta mendorong pemugaran situs agar tetap menjadi warisan sejarah perjuangan Banua.
Benteng Tundakan bukan sekadar peninggalan fisik, tetapi juga bukti bahwa rakyat Balangan ikut ambil bagian dalam sejarah panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan.
Dikutip dari beberapa sumber

