
PARINGIN, gasanbalangan.online – Upaya percepatan pembangunan Kawasan Transmigrasi Gula Habang di Kabupaten Balangan semakin diperkuat melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Teknokrasi Ekspedisi Patriot Transmigrasi, belum lama tadi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan kementerian, akademisi, pemerintah daerah, hingga organisasi transmigran untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan secara lebih komprehensif.
FGD ini merupakan kolaborasi strategis antara Tim Ekspedisi Kementerian Transmigrasi RI, Universitas Diponegoro (UNDIP), serta Pemerintah Kabupaten Balangan.
PATRI Suarakan Keterlibatan Resmi dalam Pembangunan Kawasan
Puncak FGD ditandai dengan penyampaian aspirasi dari Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Balangan.
Ketua PATRI, Edy Junaidi, mengapresiasi adanya dukungan beasiswa dari pemerintah pusat sekaligus meminta agar PATRI dapat dilibatkan secara resmi sebagai pemangku kepentingan dalam setiap program pembangunan kawasan transmigrasi.
“PATRI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam bidang pemberdayaan, pendidikan, ekonomi, dan keterampilan,” tegas Edy Junaidi.
Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat memperkuat sinergi agar anak-anak transmigran tidak hanya menjadi penerima manfaat, melainkan juga menjadi aktor utama dalam pembangunan berkelanjutan Kawasan Transmigrasi Gula Habang.
Pemerintah Daerah Fokus Tetapkan Keunggulan Kawasan
FGD yang berlangsung di Arraudah Syariah Paringin Kota dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menentukan keunggulan spesifik kawasan transmigrasi untuk memaksimalkan efektivitas anggaran pembangunan daerah.
Sejumlah narasumber juga turut memberikan materi strategi dan arah pengembangan kawasan:
Mochammad Sulistyono (BAPPERIDA Balangan) menyampaikan komitmen Pemkab Balangan untuk memasukkan seluruh rekomendasi FGD ke dalam RPJMD.
Muhammad Arsyad (Dinas Transmigrasi Balangan) mengusulkan pengembangan wisata budaya berbasis miniatur budaya Indonesia, memanfaatkan keberagaman suku yang ada di kawasan transmigrasi.
Ina Yuliani (Disnakertrans Provinsi Kalsel) menegaskan bahwa program transmigrasi kini fokus pada pengembangan kawasan. Ia juga menyampaikan adanya program beasiswa bagi anak-anak transmigran.
Perwakilan BPPMDDTT Banjarmasin menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyediakan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat transmigran.
Riset UNDIP Ungkap Potensi dan Permasalahan Teknis
Dari aspek akademik, Tim Universitas Diponegoro turut memaparkan hasil riset teknis dan sosial sebagai dasar perencanaan kawasan.
Dr. Jawoto mengidentifikasi sejumlah peluang pengembangan kawasan transmigrasi.
Chaieydha Noer Afiefah menyoroti persoalan teknis pertanian seperti pola pemupukan yang tidak teratur serta masih minimnya pengetahuan petani dalam penerapan budidaya yang tepat.
Dalam sesi diskusi, tokoh masyarakat transmigran Aud Tahyudin yang telah tinggal di Gula Habang selama 17 tahun membagikan pengalaman terkait perkembangan sosial dan ketahanan masyarakat transmigran dari masa ke masa.
Sinergi Menuju Kawasan Transmigrasi yang Maju dan Berdaya Saing
FGD ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam menyusun strategi percepatan pembangunan Kawasan Transmigrasi Gula Habang agar tumbuh menjadi kawasan yang maju, mandiri, serta memiliki daya saing ekonomi di Kabupaten Balangan.

