
gasanbalangan.online– Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat aktivitas para pemotong atau penyadap karet di Kabupaten Balangan menjadi terbatas. Kondisi batang karet yang basah, getah yang tidak maksimal mengalir, serta potensi risiko kerja menyebabkan para penyadap harus menunda penyadapan hingga cuaca kembali cerah.
Baca juga;
- Memberi Makanan dan Minuman, Sedekah Sederhana yang Paling Berpengaruh di Hari Jumat
- Jumat Ini, Balangan Berawan dan cukup dinamis
- Cuaca Balangan Diprediksi Berawan, Hujan Petir Ancam Siang Hari
- Kinerja Kepala Daerah Banyak Diadukan Ke Kemendagri Sepanjang 2025
- DESA BINJAI BANGUN JEMBATAN ULIN UNTUK KELANCARAN AKTIVITAS PERTANIAN
Meski begitu, waktu luang saat penyadapan terhenti akibat hujan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif. Sejumlah tips berikut dinilai dapat membantu penyadap karet tetap aktif dan mempersiapkan diri menghadapi musim kerja berikutnya.
Pertama, memanfaatkan waktu untuk merawat dan memperbaiki peralatan sadap, seperti mengasah pisau, membersihkan talang getah, hingga memperbaiki wadah penampung. Peralatan yang terawat akan memudahkan penyadap saat kembali bekerja.
Kedua, melakukan pembersihan kebun ketika hujan mulai reda. Kegiatan seperti menebas gulma, merapikan jalur kerja, dan memperbaiki parit kecil bisa mencegah genangan air serta menjaga kondisi kebun tetap siap digunakan.
Ketiga, menggunakan waktu luang untuk membuat talang atau tempat penampung getah baru. Aktivitas ini dapat dilakukan di rumah, sehingga perangkat penyadapan sudah siap begitu cuaca membaik.
Selain itu, bagi yang memiliki stok getah sebelumnya, waktu hujan dapat dimanfaatkan untuk mengolah karet, mulai dari proses penggumpalan hingga pencetakan lembaran karet.
Musim hujan juga dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menanam tanaman sampingan seperti singkong, pisang, dan sayuran pekarangan yang dapat menambah sumber pendapatan keluarga.
Tidak hanya itu, penyadap karet juga dapat mengisi waktu dengan memperbaiki rumah, membantu pekerjaan keluarga, atau menjalankan usaha kecil-kecilan seperti beternak unggas maupun membuat kerajinan.
Dengan memanfaatkan waktu secara produktif, para penyadap karet dapat tetap menjaga aktivitas dan kesiapan kerja meskipun kondisi cuaca belum memungkinkan untuk kembali menyadap. Para penyadap berharap, curah hujan segera berkurang agar aktivitas penyadapan bisa kembali berjalan normal.

